Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Hidup untuk Makan vs Makan untuk Hidup: Mana yang Kamu Alami?

Photo by Toa Heftiba on Unsplash Kamu mungkin sering denger,  “Aku mah makan buat hidup yang penting udah diisi nasi itu cukup,”  sama.. “Aku hidup buat makan. Apapun makanannya, mereka punya history yang seru dikulik pokoknya.”   atau salah satunya itu kamu? Memang dua statement ini punya kata-kata yang sama, tapi dari segi makna beda banget. Kamu bisa lihat si A makan nasi banyak dan lauk nya sedikit banget. Kamu mungkin bertanya-tanya ‘emang cukup lauknya kalau nasi sebanyak itu?’ Padahal si A ini menerapkan ‘Aku makan buat hidup. Perut kenyang, Kerjaan kelar.’ Namun si B makan makanan yang unik dan jarang ditemuin, apalagi porsinya cuman secuil. si B bahagia banget dari foto makanan sampai kasih pujian ke koki nya. Kalau si B ini terapin “Aku hidup buat makan.” Artikel ini bakal bahas apa sih yang membedakan hidup untuk makan vs makan untuk hidup dari sisi psikologi nya, yuk bahas!

Warna Gigi Alami dan Budaya: Cerita di Balik Estetika dan Kebiasaan Sehari-hari

Photo by Girl With Red Hat on Unsplash Putih bersinar, Kuning gading, Putih keabu-abuan, dan warna-warna lainnya. Mungkin kamu tahu kalau warna gigi alami itu putih bersinar yang jadi tolak ukur dalam estetika gigi. Namun, apakah benar warna gigi alami itu berlaku secara universal? Eits.. belum tentu.. Berbagai negara punya anggapan pada warna alami gigi yang dipengaruhi sama budaya, kebiasaan makan minum, kebiasaan lingkungan saat makan dan minum atau kegiatan lainnya.  Bahkan ada beberapa warna gigi alami bisa mempengaruhi  vibe  senyum   kamu loh! Penasaran apa sih yang bisa dikatakan sama warna gigi alami kamu? Simak terus artikel ini sampai habis! Warna Gigi Alami dengan Budaya Minum Teh & Kopi Photo by Liana Say on Unsplash Kebiasaan minum teh dan kopi berperan besar dalam membentuk warna gigi alami masyarakat di berbagai negara. Studi dari  Italian Food Journal  oleh  Kim, S., Son, J. E., Larnani, S., Sim, H.-Y., Yun, P.-Y., Kim, Y.-J., ...

Kenapa Kucing Liar Mendekati Kita? Ini Penjelasan Psikologi nya

Photo by Danill Smirnov on Unsplash Pernah nggak, kamu dihampiri kucing liar padahal kamu nggak bawa makanan?  Kucing liar hanya duduk tenang, bahkan tetap tinggal meski kamu tatap balik. Aku juga sering begitu. Anehnya, beberapa kucing malah terlihat nyaman di dekatku.  Tanpa takut, Tanpa kabur.  Padahal aku nggak ngapa-ngapain. Kok bisa? Padahal kucing liar biasanya lebih siaga.  Nah, kali ini kita bahas kenapa kucing liar mendekati kita dari sudut pandang psikologi.