Langsung ke konten utama

Postingan

Hidup untuk Makan vs Makan untuk Hidup: Mana yang Kamu Alami?

Photo by Toa Heftiba on Unsplash Kamu mungkin sering denger,  “Aku mah makan buat hidup yang penting udah diisi nasi itu cukup,”  sama.. “Aku hidup buat makan. Apapun makanannya, mereka punya history yang seru dikulik pokoknya.”   atau salah satunya itu kamu? Memang dua statement ini punya kata-kata yang sama, tapi dari segi makna beda banget. Kamu bisa lihat si A makan nasi banyak dan lauk nya sedikit banget. Kamu mungkin bertanya-tanya ‘emang cukup lauknya kalau nasi sebanyak itu?’ Padahal si A ini menerapkan ‘Aku makan buat hidup. Perut kenyang, Kerjaan kelar.’ Namun si B makan makanan yang unik dan jarang ditemuin, apalagi porsinya cuman secuil. si B bahagia banget dari foto makanan sampai kasih pujian ke koki nya. Kalau si B ini terapin “Aku hidup buat makan.” Artikel ini bakal bahas apa sih yang membedakan hidup untuk makan vs makan untuk hidup dari sisi psikologi nya, yuk bahas!

Warna Gigi Alami dan Budaya: Cerita di Balik Estetika dan Kebiasaan Sehari-hari

Photo by Girl With Red Hat on Unsplash Putih bersinar, Kuning gading, Putih keabu-abuan, dan warna-warna lainnya. Mungkin kamu tahu kalau warna gigi alami itu putih bersinar yang jadi tolak ukur dalam estetika gigi. Namun, apakah benar warna gigi alami itu berlaku secara universal? Eits.. belum tentu.. Berbagai negara punya anggapan pada warna alami gigi yang dipengaruhi sama budaya, kebiasaan makan minum, kebiasaan lingkungan saat makan dan minum atau kegiatan lainnya.  Bahkan ada beberapa warna gigi alami bisa mempengaruhi  vibe  senyum   kamu loh! Penasaran apa sih yang bisa dikatakan sama warna gigi alami kamu? Simak terus artikel ini sampai habis! Warna Gigi Alami dengan Budaya Minum Teh & Kopi Photo by Liana Say on Unsplash Kebiasaan minum teh dan kopi berperan besar dalam membentuk warna gigi alami masyarakat di berbagai negara. Studi dari  Italian Food Journal  oleh  Kim, S., Son, J. E., Larnani, S., Sim, H.-Y., Yun, P.-Y., Kim, Y.-J., ...

Kenapa Kucing Liar Mendekati Kita? Ini Penjelasan Psikologi nya

Photo by Danill Smirnov on Unsplash Pernah nggak, kamu dihampiri kucing liar padahal kamu nggak bawa makanan?  Kucing liar hanya duduk tenang, bahkan tetap tinggal meski kamu tatap balik. Aku juga sering begitu. Anehnya, beberapa kucing malah terlihat nyaman di dekatku.  Tanpa takut, Tanpa kabur.  Padahal aku nggak ngapa-ngapain. Kok bisa? Padahal kucing liar biasanya lebih siaga.  Nah, kali ini kita bahas kenapa kucing liar mendekati kita dari sudut pandang psikologi.

Senyum Lebar vs Senyum Kalem: Mana yang Lebih Menarik?

Photo by Zhuo Cheng you on Unsplash Setiap orang punya senyum dengan charm yang berbeda-beda. Mungkin senyum kelihatan gigi agar terkesan ceria atau senyum tanpa terlihat gigi berasa lagi senyum karir. Kamu pernah bandingin foto selfiemu yang seyum lebar dengan senyum kalem, kemudian mikir.. “Kok aku senyum kelihatan giginya agak memaksa ya?” “Senyum yang gak kelihatan gigi terlihat kalem sih.. Kayak berasa kaku banget.” Faktanya cara kamu senyum lebar kelihatan gigi dengan senyum kalem tanpa kelihatan gigi bisa punya vibe yang beda banget di mata orang lain. Kamu penasaran gak sih? Kenapa bisa gitu? Yuk, kita kulik bareng dari kata psikologi senyum di artikel ini! 

Sariawan Kok Makin Banyak Saat Stres? Kenali 5 Tandanya dari Mulut Kamu!

Photo by Elsa Olofsson on Unsplash Lagi minggu-minggu ujian, handle banyak tugas… hectic banget nggak sih? Mayoritas dari hari-hari yang padat, ada satu kejadian kecil tapi bikin bingung. Surprisingly, aku alami terus-menerus. Saat makan, aku suka tiba-tiba kegigit bagian dalam mulut, dan bukan sekali dua kali, tapi berkali-kali di titik yang sama. Lama-lama jadi sariawan. Bahkan, bisa sampai tiga di tempat berbeda! Awalnya kupikir cuma kurang hati-hati atau lupa pakai obat kumur. Tapi lama-lama mikir, “ini kenapa ya?” Karena penasaran, aku cari tahu dan ternyata itu mungkin sinyal dari tubuh. Yap, salah satu efek stres adalah munculnya reaksi di tubuh, entah itu jerawat, gatal, sampai luka di mulut seperti sariawan. Kenapa sering sariawan saat stres, ya?  Apakah ini cuma mitos, atau memang ada penjelasan ilmiahnya?  Nah, di artikel ini bakal kupas tuntas soal hubungan stres dan kesehatan mulut dari sisi psikologi. Yuk bongkar bareng di sini! Kenapa Sering Sariawan Saat...

Kenapa Banyak Orang Takut ke Dokter Gigi? Kenalan Sama Dental Anxiety dan Cara Mengatasinya

Photo by  siamak poorjam  on  Unsplash Pernah nggak sih kamu merasa cemas banget padahal cuma periksa gigi?  Mulai dari rumah, sampai ruang tunggu, kamu sudah deg-degan duluan. Suara seperti bor dari ruangan sebelah bikin ingin kabur, dan aroma khas klinik gigi justru bikin mual, bukan tenang. Rasa takut ke dokter gigi bukan hal sepele. Banyak orang dewasa yang menghindari, bisa dari pengalaman buruk di masa kecil, ketakutan akan rasa sakit, atau bahkan karena rasa tidak nyaman saat berada di ruang praktik. Tenang, kamu nggak sendiri. Aku pun pernah mengalami hal serupa sampai penasaran apakah ketakutan itu bisa dijelaskan secara ilmiah, ternyata bisa. Namanya itu Dental Anxiety! Nah, artikel ini bakal bahas pengalaman rasa takut ke dokter gigi, apa itu dental anxiety menurut psikologi, dan gimana cara mengatasinya.  Yuk, kita kenali dan atasi bareng-bareng! Sapu Tangan Penyelamatku Setiap Ke Dokter Gigi Sewaktu kecil, setiap kali ke dokter gigi, aku punya satu...

Kenapa Ada Orang Suka Makan Asam? Kehidupan Kurang Manis kah?

Photo by Streets of Food on Unsplash Kenapa ada orang yang suka makanan asam? Apakah hidupnya kurang asam... atau justru udah kemanisan? Kalau di Indonesia, sambal dan kerupuk itu wajib. Tapi di Thailand, jeruk nipis selalu hadir setia di tiap piring. Mereka kayaknya punya relationship goals sama rasa asam. Yuk, kita kulik selera ini dari budaya sampai psikologi! Budaya Makanan Asam di Thailand Di Thailand, rasa asam bukan sekadar tambahan—ini adalah identitas kuliner. Hidangan seperti Tom Yum , Som Tum , dan Kaeng Som menjadikan asam sebagai bumbu utama.  Mungkin kamu tahu nih kalau Tom Yum Kung menempati posisi teratas sebagai makanan favorit masyarakat Thailand. Kenapa? Iklim tropis panas bikin makanan segar dan asam terasa lebih menggoda dan membantu menggugah selera. Jadi bukan cuma selera, tapi juga strategi menghadapi panas loh! Sekarang, coba kita tanya ke Lidah dan Otak, saat kamu makan yang asam-asam! Suka Makan Asam? Biarkan Lidah Bicara, Otak Menyimak Photo by ...