Langsung ke konten utama

Postingan

Money Trauma Bisa Merusak Hubungan Sosial Gen Z

Photo by Farhat Altaf on Unsplash Bagi Gen Z,  "Uang bukan cuma alat tukar." Ia berubah jadi sumber stres yang menekan mental dan buat banyak orang mempertanyakan nilai diri di tengah ketidakpastian ekonomi. "Tekanan sosial media juga memperburuk situasi." Ketika semua orang terlihat sukses dan bahagia, muncul rasa bersalah, minder, bahkan takut tertinggal terutama saat kondisi finansial sedang tidak stabil. Masalahnya, stres itu tidak berhenti di dompet, melainkan merambat ke hubungan sosial. Inilah awal mula Money trauma bisa merusak hubungan sosial pada Gen Z Mulai dari Gen Z yang menarik diri dari circle pertemanan, sulit percaya diri, bahkan menolak ajakan teman karena takut tidak mampu ikut berpartisipasi. Artikel ini bakal bahas kenapa Money Trauma muncul sampai kasih tips ubah mindset kamu tentang uang agar value diri kam...

Gimana Vibe Gen Z Ketika Jadi Orang Tua?

Photo by Alberto Casetta on Unsplash Kalian bakal mengira gimana sih vibe gen z saat menjadi orang tua. Apakah chill , ecstatic , penuh empati dan validasi atau pakai parenting ala VOC? 🤔 Generasi Z udah berani dobrak definisi ‘parenting ideal’ dari siapa yang paling berkuasa, menjadi siapa yang paling sadar diri. Mereka ingin tumbuh bareng anak-anaknya, bukan sekedar membesarkannya. Parenting ala Gen Z bakal didominasi vibe chill, reflektif, dan tumbuh bersama. Kenapa vibe nya bisa beda banget dari parenting sebelumnya? Artikel ini bakal bahas gimana vibe gen z saat jadi orang tua, belajar dari teori klasik psikologi- social learning sampai tantangannya. Baca sampai habis yaa! Belajar Parenting ala Gen Z Lewat Observasi Digital Teori klasik psikologi dari Albert Bandura (1977) dalam Social Learning menunjukkan kalau secara naluriah, bayi bakal...

Ternyata Ini Alasan Kenapa Pria & Wanita Punya Cara Berbeda Ceritain Tipe Idealnya!

Photo by Vitaly Gariev on Unsplash Kamu sadar gak, kalau cara pria atau wanita ketika ceritain sesuatu beda banget ? Pria ceritain versi simpel dan masuk akal, beda sama wanita yang ceritain lebih detail dan empatik. Apalagi tentang tipe ideal pasangan masa depan mereka. pria pakai daftar list singkat, padat dan jelas, sedangkan wanita sama-sama buat list tapi satu list 3 kalimat pake format sebab-akibat pula.  Sekilas caranya beda buat ceritain tipe idealnya masing-masing, tapi kalau ditelaah lebih dalam, punya fungsi dan sisi psikologis yang mirip loh! Nah, artikel ini bakal bahas alasan dibalik cara yang berbeda buat ceritain sesuatu dari sisi pria dan wanita pakai kacamata psikologi. Penasaran? Scroll terus kebawah yaa! Gaya Komunikasi Pria & Wanita dalam Ceritain Tipe Idealnya Kalau kata Deborah Tannen dalam karya tulis nya You Just Don’t Understand , pria dan wanita tumbuh dengan budaya komunikasi yang berbeda. Pria pakai bahasa untuk menyampaika...

Belanja Buat Obat Sedih? Coba Cara Baru Lewat Emotional Budgeting!

Photo by Katie Harp on Unsplash ‘Aku Pantas Bahagia’ /Checkout Boneka Labubu/  ‘Capeknya.. Habis WFH 3 Jam.. Perlu order makanan viral nih!’ Kalau kamu pernah mengalami hal-hal diatas? Aku sih iya! Fenomena itu  tanpa sadar kita melakukan berkali-kali. Itu disebut sebagai emotional spending, belanja karena emosi, bukan kebutuhan. Sesekali sih nggak masalah. Tapi kalau jadi kebiasaan harian yang bikin dompet megap-megap di akhir bulan. Rethink it, bestie! Gimana sih caranya tetap kasih diri ini self reward dan dompet tetap sehat ? Jawabannya.. Emotional budgeting. Penasaran tentang Emotional Budgeting?  Tenang.. Artikel ini bakal bahas kenapa emotional budgeting itu penting, tanda kalau kamu udah perlu terapin, sampai cara praktis dan gampang untuk diaplikasikan ke pengelolaan keuanganmu.  Baca terus sampai habis yaa! Kenapa Emotion...

Hidup untuk Makan vs Makan untuk Hidup: Mana yang Kamu Alami?

Photo by Toa Heftiba on Unsplash Kamu mungkin sering denger,  “Aku mah makan buat hidup yang penting udah diisi nasi itu cukup,”  sama.. “Aku hidup buat makan. Apapun makanannya, mereka punya history yang seru dikulik pokoknya.”   atau salah satunya itu kamu? Memang dua statement ini punya kata-kata yang sama, tapi dari segi makna beda banget. Kamu bisa lihat si A makan nasi banyak dan lauk nya sedikit banget. Kamu mungkin bertanya-tanya ‘emang cukup lauknya kalau nasi sebanyak itu?’ Padahal si A ini menerapkan ‘Aku makan buat hidup. Perut kenyang, Kerjaan kelar.’ Namun si B makan makanan yang unik dan jarang ditemuin, apalagi porsinya cuman secuil. si B bahagia banget dari foto makanan sampai kasih pujian ke koki nya. Kalau si B ini terapin “Aku hidup buat makan.” Artikel ini bakal bahas apa sih yang membedakan hidup untuk makan vs makan untuk hidup dari sisi psikologi nya, yuk bahas!

Warna Gigi Alami dan Budaya: Cerita di Balik Estetika dan Kebiasaan Sehari-hari

Photo by Girl With Red Hat on Unsplash Putih bersinar, Kuning gading, Putih keabu-abuan, dan warna-warna lainnya. Mungkin kamu tahu kalau warna gigi alami itu putih bersinar yang jadi tolak ukur dalam estetika gigi. Namun, apakah benar warna gigi alami itu berlaku secara universal? Eits.. belum tentu.. Berbagai negara punya anggapan pada warna alami gigi yang dipengaruhi sama budaya, kebiasaan makan minum, kebiasaan lingkungan saat makan dan minum atau kegiatan lainnya.  Bahkan ada beberapa warna gigi alami bisa mempengaruhi  vibe  senyum   kamu loh! Penasaran apa sih yang bisa dikatakan sama warna gigi alami kamu? Simak terus artikel ini sampai habis! Warna Gigi Alami dengan Budaya Minum Teh & Kopi Photo by Liana Say on Unsplash Kebiasaan minum teh dan kopi berperan besar dalam membentuk warna gigi alami masyarakat di berbagai negara. Studi dari  Italian Food Journal  oleh  Kim, S., Son, J. E., Larnani, S., Sim, H.-Y., Yun, P.-Y., Kim, Y.-J., ...

Kenapa Kucing Liar Mendekati Kita? Ini Penjelasan Psikologi nya

Photo by Danill Smirnov on Unsplash Pernah nggak, kamu dihampiri kucing liar padahal kamu nggak bawa makanan?  Kucing liar hanya duduk tenang, bahkan tetap tinggal meski kamu tatap balik. Aku juga sering begitu. Anehnya, beberapa kucing malah terlihat nyaman di dekatku.  Tanpa takut, Tanpa kabur.  Padahal aku nggak ngapa-ngapain. Kok bisa? Padahal kucing liar biasanya lebih siaga.  Nah, kali ini kita bahas kenapa kucing liar mendekati kita dari sudut pandang psikologi.